Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Polisi Tak Dengar Kabar Rasyid Rajasa ke London

Written By Unknown on Senin, 28 Januari 2013 | 13.50





Polisi Tak Dengar Kabar Rasyid Rajasa ke London





Penulis : Lariza Oky Adisty | Senin, 28 Januari 2013 | 13:28 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menjawab desas-desus mengenai keberadaan Rasyid Amrullah Rajasa (22) yang dikabarkan sudah terbang ke London, Inggris.


"Dari Polda Metro tidak mendengar kabar demikian," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin (28/1/2013).


Ia menegaskan, meskipun Rasyid tidak ditahan, penyidik tetap berkoordinasi dengan keluarga Rasyid yang masih memfokuskan proses penyembuhan tersangka kecelakaan lalu lintas di tol Jagorawi Km 3+500 pada 1 Januari 2013 tersebut. Rikwanto mengatakan, meskipun putra Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa itu tidak ditahan, tetapi kasus tersebut tetap berjalan dan tinggal menunggu kelengkapan berkas perkara.


Rikwanto mengatakan, penyidik kepolisian tetap berpegang pada jaminan yang diberikan keluarga Rasyid bahwa Rasyid akan menjalani proses hukum yang berlaku. Adapun berkas perkara Rasyid diharapkan bisa lengkap atau P21 pada pekan ini.


Polisi sudah pernah menyerahkan berkas tersebut ke Kejaksaan Tinggi. Namun, berkas itu dikembalikan karena Kejaksaan meminta keterangan tambahan dari ahli pidana serta ahli dari BMW dan Daihatsu.


"Dari ahli BMW dan Daihatsu yang dibutuhkan keterangan teknis ya, seperti kalau ditabrak moncong BMW akibatnya akan seperti apa," kata Rikwanto.


Rasyid terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan dua orang di jalan tol Jagorawi Km 3+350 arah Bogor pada Selasa (1/1/2013) pukul 05.45 WIB. Ia diduga mengemudi dalam kondisi mengantuk. Mobil BMW X5 B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menabrak bagian belakang mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY yang dikemudikan Frans Joner Sirait (37).


Akibat peristiwa itu, dua orang tewas, di antaranya seorang balita bernama Muhammad Raihan (14 bulan) dan seorang kakek dua cucu bernama Harun (57). Adapun tiga orang lain mengalami luka-luka dan mendapat perawatan intensif, yakni Supriyanti (35), Enung (30), dan Rifal (8). Polisi sendiri sudah menetapkan Rasyid sebagai tersangka dalam kecelakaan tersebut.


















13.50 | 0 komentar | Read More

Wanda Dibawa BNN, PAN seperti Dihantam "Palu Godam"





Wanda Dibawa BNN, PAN seperti Dihantam 'Palu Godam'





Penulis : Sabrina Asril | Senin, 28 Januari 2013 | 13:05 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo mengaku terkejut saat mendengar salah satu kader PAN, Wanda Hamidah turut diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN). Pasalnya, selama ini Wanda merupakan politisi PAN yang vokal memperjuangkan pendidikan dan kaum perempuan.

"Sebagai teman, saya seperti kena palu godam mendengarnya karena Wanda selama ini merupakan legislator yang sangat bagus, sangat memperjuangkan pendidikan dan kaum perempuan," ujar Dradjad, Senin (28/1/2013), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

Sebelumnya, BNN mengamankan 17 orang dari kediaman artis Raffi Ahmad, Minggu (2/1/2013), karena diduga melakukan pesta narkoba. Sebanyak empat orang di antaranya berasal dari kalangan artis yakni Raffi, Wanda Hamidah, Zaskia Sungkar, dan Irwansyah ikut terjaring. Selain artis, Wanda juga masih aktif menjabat sebagai anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). Sementara Raffi sudah sempat masuk dalam daftar bakal caleg PAN. Dari hasil tes urine, keduanya dinyatakan negatif. Namun, BNN masih melakukan tes lanjutan yakni dari sampel kuku dan rambut. Menurut Dradjad, kalau hasil tes laboratorium ternyata positif narkoba, maka Wanda akan langsung dipecat.

"Kalau ternyata negatif, maka ada persoalan etika dan kepatutan mengapa yang bersangkutan di sana. Sanksinya akan berat sekali dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP)," tutur Dradjad.

Sementara, impian Raffi untuk menjadi wakil rakyat melalui PAN dipastikan kandas. "Yang bersangkutan langsung dicoret dari PAN, bukan hanya sebagai sebagai bakal caleg, sebagai calon anggota pun tidak layak," kata Dradjad.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Raffi Ahmad Cs Diduga Pesta Narkoba






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary















13.48 | 0 komentar | Read More

Petinju Muda Tubagus Setia Sakti Meninggal Dunia


JAKARTA, KOMPAS.com - Petinju muda profesional berusia 17 tahun Tubagus Setia Sakti meninggal dunia, Minggu, setelah dipastikan mengalami pendarahan di otak setelah bertarung di ring tinju.


Petinju asal Bandar Lampung itu bertarung melawan petinju senior Ical Tobida di kejuaraan Nasional Ad Interim Versi Komisi Tinju Profesional Indonesia KTPI, dalam pertarungan yang dijadwalkan 12 Ronde di TVRI, Sabtu malam (26/1/2013).


"Pertarungan ini adalah ad interim di mana Tubagus yang menempati peringkat satu melawan peringkat kedua Ical Tobida," kata promotor pertandingan Syafrudin Lado, Minggu (27/1/2013).


Lado mengatakan sebagai promotor dirinya sudah menjalani prosedur yang ditetapkan, mulai dari timbang badan dan cek kesehatan sehari menjelang pertandingan.


"Pada saat timbang badan Almarhum dinyatakan laik tanding dan beratnya pun under beberapa ons dari berat ideal di kelas terbang yunior 49 kilogram," kata Lado.


Menurut Lado, yang menjadi penyebab kematian Tubagus adalah pendarahan di otak. "Berdasarkan hasil Ct Scan di Rumah Sakit UKI , almarhum mengalami pendarahan di Otak," papar Lado.


Dikatakan, pada ronde kedelapan, wasit yang memimpin pertandingan terpaksa menghentikan pertandingan, karena Tubagus Setia Sakti beberapa kali mengangkat tangannya sebagai tanda tidak dapat melanjutkan pertandingan.


Meninggalnya Petinju Tubagus Setia Sakti ini menambah daftar panjang Petinju Indonesia yang meninggal dunia di atas ring tinju bayaran. Sementara itu, Pelaksana Tugas Badan Olahraga Profesional Indonesia BOPI Haryo Yuniarto sudah mendapat laporan langsung dari promotor terkait meninggalnya Tubagus.


"Saya sudah mendapat laporan dari Promotor tentang meninggalnya Tubagus dan pihak Promotor akan menanggung seluruh biaya sampai ke pemulangan Jenazah Almarhum ke Bandar Lampung," kata Haryo.


Terkait pelaksanaan Tinju Profesional di TVRI, menurut dia, pihak promotor sudah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. "Jadi, akan kita dalami kasus ini," katanya.












13.41 | 0 komentar | Read More

Rusia Manfaatkan APPF





Rusia Manfaatkan APPF





Penulis : Stefanus Osa Triyatna | Senin, 28 Januari 2013 | 13:07 WIB













VLADIVOSTOK, KOMPAS.com - Ibarat rencana induk percepatan pembangunan ekonomi Indonesia MP3EI khas Indonesia, pemerintah Rusia rupanya ingin memanfaatkan Forum Parlemen Asia Pasifik (APPF) untuk pengembangan Rusia kawasan timur. Walau tidak secara khusus terfokus masalah ekonomi, parlemen dibuka berbagai peluang untuk ikut membangun perekonomian Rusia.


Presiden Forum Parlemen Asia Pasifik (Asia Pacific Parlementary Forum/APPF) yang juga Dewan Federasi Rusia Valentina Matvienko, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas Stefanus Osa, dalam pembukaan APPF di Vladivostok, Rusia, Senin (28/1/2013), mengatakan, Vladivostok adalah gerbang Rusia ke Asia Pasifik. Di abad ke-21 ini, peluang Rusia sedang dikembangkan untuk mengambil peran penting di Asia Pasifik yang sedang berkembang cepat.


Menurut Valentina, langkah Rusia memperkenalkan posisi Vladivostok yang lebih dekat dengan Asia Pasifik ini merupakan upaya dalam menjaga kestabilan ekonomi Rusia. Inovasi-inovasi dilakukan untuk integrasi dan menciptakan kesejahteraan. Rusia ingin membangun rantai pasokan dan logistik.   



















13.41 | 0 komentar | Read More

Raffi Ahmad Tengah Dekati Wanda Hamidah


Wanda Hamidah. FOTO: JAKARTA GLOBE

Wanda Hamidah. FOTO: JAKARTA GLOBE




Raffi sudah melakukan pendekatan dengan Wanda Hamidah selama dua minggu terakhir.

JAKARTA

- Teka-teki keberadaan artis sekaligus politisi PAN Wanda Hamidah yang juga diamankan saat terjadi penggerebekan dirumah Raffi Ahmad di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan mulai terungkap.
Raffi yang juga mantan kekasih Yuni Syara itu kini tengah melakukan pendekatan dengan janda beranak lima itu.

Hal tersebut diungkapkan saudara Wanda Hamidah, Deddy Eka Dibrata di kantor BNN, di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Minggu (27/01) malam.

"Raffi memang sedang dekat dengan mba Wanda. Dia kenal Raffi sudah dua minggu ini," tutur Deddy.

Lebih lanjut Deddy menilai Raffi akan menemui kesulitan untuk mendapatkan cinta dari Wanda Hamidah,karena Raffi bukanlah tipikal laki-laki idaman dari anggota DPRD DKI itu.

"Wanda pernah bilang bahwa nggak mungkinlah dia jadi sama Raffi, karena dia bukan tipikal laki-laki idamannya," jelasnya.

Wanda sendiri saat ini diyakini oleh. Deddy sudah memiliki calon sendiri.

"Wanda juga bilang bahwa dirinya kini sudah punya calon sendiri," ungkapnya.

Wanda sendiri turut diamankan saat penggerebekan dikediaman Raffi bersama 16 orang lainnya.

Dari penggerebekan tersebut diamankan 2 linting daun ganja dan 14 butir ekstasi. Hingga kini ke 17 orang yang diamankan masih diperiksa secara marathon termasuk Wanda.

13.18 | 0 komentar | Read More

Ada 176 Lokasi Banjir Baru di Jakarta

Written By Unknown on Minggu, 27 Januari 2013 | 13.50





Ada 176 Lokasi Banjir Baru di Jakarta





Penulis : Andy Riza Hidayat | Minggu, 27 Januari 2013 | 13:18 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com -  Komando Tanggap Darurat Banjir DKI Jakarta mencatat 176 lokasi banjir baru. Lokasi baru ini terdeteksi dari pemetaan setelah banjir melanda Kamis (17/1/2013) lalu. Salah satu faktor utama penambahan lokasi banjir itu karena tanggul Kanal Barat di Latuharhary saat itu.


"Lokasi baru itu bukan termasuk yang selama ini menjadi langganan banjir. Lokasi itu terdeteksi setela tangul kanal jebol," tutur Bambang Surya Putra, Juru Bicara Komando Tanggap Darurat Banjir DKI Jakarta, Minggu (27/1/2013) kepada Kompas.


Pemetaan lokasi banjir tersebut dilakukan atas bantuan Bank Dunia. Hasil pemetaan menyebutkan, lokasi banjir paling banyak terdapat di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Hingga saat ini dampak banjir masih terjadi di sebagian wilayah tersebut. Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan 62 titik rawan banjir. Sebagian besar titik tersebut berada di bantaran kali.


"Sekali lagi saya jelaskan bahwa penambahan titik banjir baru itu karena dampak banjir tanggal 17 Januari," tutur Bambang.


Hari ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi Jakarta Utara membagikan bantuan ke warga yang menjadi korban banjir. Siang tadi sebagian wilayah Jakarta sempat diguyur hujan namun kini sudah reda. Sebelumnya diprediksi hari ini akan terjadi hujan lebat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.


















13.50 | 0 komentar | Read More

KPK Tindak Lanjuti Pengakuan Choel Mallarangeng


JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti pernyataan Andi Zulkarnain Mallarangeng (Choel Mallarangeng) yang mengaku menerima uang dari pejabat pembuat komitmen proyek Hambalang Deddy Kusdinar dan petinggi PT Global Daya Manunggal, Herman Prananto. Deddy merupakan tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang,  sementara PT Global Daya Manunggal merupakan salah satu perusahaan subkontraktor pengerjaan proyek tersebut.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, perlu dilakukan uji kebenaran atas pernyataan Choel tersebut untuk membuktikan apakah yang bersangkutan terlibat dalam kasus dugaan korupsi Hambalang atau tidak.

"Saya kira soal terima atau tidak, harus dilakukan validasi sehingga bisa disimpulkan bahwa dia terlibat dalam konteks kasus Hambalang ini," kata Johan, Jumat (25/1/2013).

Dia melanjutkan, KPK memerlukan dukungan alat bukti yang bisa menguatkan bahwa pernyataan tersebut bisa dijadikan bahan untuk mengembangkan kasus Hambalang. Seperti diberitakan sebelumnya, Choel Mallarangeng seusai diperiksa sebagai saksi kasus Hambalang, Jumat (25/1/2013) lalu, mengaku menerima uang dari Deddy dan Herman. Uang senilai Rp 2 miliar diterima dari Herman pada Mei 2010.

Uang tersebut diterima Choel melalui Staf Khusus Menteri Olahraga Bidang Kepemudaan Muhammad Fakhruddin. Namun, Choel mengatakan, uang tersebut tidak berkaitan dengan proyek Hambalang. Adik mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng ini menganggap, uang dari Herman tersebut sebagai imbalan karena dia telah memperkenalkan Herman dengan kliennya. Sebagai konsultan politik, Choel memiliki klien dari kalangan pejabat dan partai politik.

Sementara itu, mengenai uang dari Deddy, Choel enggan mengungkapkan jumlahnya. Dia mengaku sudah menyampaikan soal penerimaan uang tersebut kepada penyidik KPK. Choel bahkan mengaku siap mengembalikan uang dan menanggung konsekuensinya apabila penerimaan uang tersebut dianggap salah di mata hukum. Menurut Choel, uang dari Deddy itu diterimanya saat dia berulang tahun pada 28 Agustus 2010. Saat itu, Deddy belum ditetapkan KPK sebagai tersangka. Namun, Choel mengaku tidak tahu motif Deddy memberikan uang tersebut kepada dirinya.

KPK gali peran Choel

KPK memeriksa Choel sebagai saksi untuk dua tersangka Hambalang, yakni Andi Alifian Mallarangeng dan Deddy Kusdinar. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, beberapa waktu lalu, mengungkapkan, KPK akan menggali keterangan seputar peran Choel dalam proyek Hambalang. KPK, kata Bambang, akan memeriksa latar belakang Choel dan semua hal yang berkaitan dengan kasus.

Dalam kasus ini, Choel disebut berperan dalam mengatur pemenangan PT Global sebagai perusahaan subkontraktor proyek Hambalang. Akhirnya, Global mendapat dua paket pekerjaan subkontraktor senilai Rp 139,9 miliar dan Rp 2,4 miliar dari PT Adhi Karya. Nama Choel pertama kali disebut dalam persidangan kasus suap wisma atlet SEA Games.

Saat bersaksi untuk terdakwa kasus itu, Muhammad Nazaruddin, mengakui, Choel pernah ditawari uang Hambalang. Namun, menurut Andi, adiknya itu menolak pemberian uang tersebut. Mantan Direktur Pemasaran Grup Permai Mindo Rosalina Manulang dalam persidangan juga mengungkapkan, Grup Permai mengeluarkan uang Rp 20 miliar untuk menggiring proyek wisma atlet SEA Hames dan Hambalang. Menurut dia, dari Rp 20 miliar itu, ada yang mengalir ke Choel. Namun, Rosa tidak menjelaskan berapa nilai uang yang diberikan ke Choel.

Terkait pengakuan Rosa ini, Choel membantahnya. Dia mengaku tidak pernah menerima uang dari perusahaan Nazaruddin ataupun berkomunikasi dengan Mindo. "Saya bahkan tidak pernah tahu perusahaannya Nazar. Boleh dicek dengan Bung Nazar, saya tidak pernah rapat dengan Nazar, saya tidak kenal saudara Mindo," ujarnya.

Baca juga:
Choel Mengaku Terima Rp 2 Miliar
Choel Juga Mengakui Uang dari Deddy Kusdinar

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









13.48 | 0 komentar | Read More

Istirahat Dua Hari Untungkan Djokovic



Australia Terbuka


Istirahat Dua Hari Untungkan Djokovic





Penulis : Emilius Caesar Alexey | Minggu, 27 Januari 2013 | 09:58 WIB













MELBOURNE, KOMPAS.com - Masa istirahat dua hari sangat menguntungkan bagi Djokovic dibandingkan Andy Murray yang hanya beristirahat satu hari. Petenis Serbia itu menggunakan hari Jumat (25/1) untuk pemulihan dan relaksasi dan Sabtu (26/1) untuk kembali berlatih menghadapi Murray di Final Australia Terbuka.            


"Istirahat dua hari sangat berguna untuk memulihkan energi dan stamina saya. Saya menjadi lebih rileks dan lebih bugar untuk partai final," kata Djokovic, Sabtu (26/1) di Melbourne.            


Namun, Djokovic tidak menganggap waktu istirahat yang lebih pendek membuat Murray lebih lemah dari dirinya.            


"Murray adalah pemain yang paling kuat dan paling bugar. Dia  belum pernah diuji dengan pertandingan  berat sebelum melawan Federer. Dia akan kembali siap untuk final," kata Djokovic. Djokovic mengaku dirinya sudah siap untuk menjalani laga final dan bersemangat untuk merebut gelar juara Australia Terbuka untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, atau yang keempat secara total.


"Jika mampu menjadi juara tiga kali berturut-turut, saya akan sangat bangga dan menjadi prestasi luar biasa," kata Djokovic. Petenis berusia 25 tahun itu tampil prima sejak babak pertama sampai semifinal.


Di semifinal, Ferrer dibuat tidak berkutik saat melawannya. Djokovic merupakan pemain yang  lengkap, dengan kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya. Djokovic juga memiliki taktik yang jitu dan variasi pukulan yang mematikan. Grafik prestasinya juga stabil di atas sepanjang 2012, dengan mencapai final di Australia Terbuka, Perancis Terbuka, dan AS Terbuka, serta semifinal Wimbledon. 



















13.41 | 0 komentar | Read More

Sejumlah Perusahaan Tambang Bakal Cabut dari Afsel





Sejumlah Perusahaan Tambang Bakal Cabut dari Afsel





Penulis : Eny Prihtiyani | Minggu, 27 Januari 2013 | 13:24 WIB













Google Images


Peta Afrika Selatan





JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Sejumlah perusahaan tambang asing, yang beroperasi di Afrika Selatan segera menarik diri dari negara tersebut. Serangkaian kekerasan fisik di sekitar arena tambang, telah berdmpak besar bagi gangguan produksi mereka. Akibatnya kepercayaan investor pun turun.

Salah satu perusahaan terkemuka yakni Platinum, seperti dikutip AFP, Minggu (27/1/2013) akan mengurangi 14.000 orang karyawannya. Perusahaan tambang lainnya, Tronox, saat ini juga tengah menghadapi publik terkait limbah yang merusak lingkungan sekitar.

"Afrika Selatan memiliki beberapa deposito terkaya dan terbesar di dunia mineral bijih pasir dan akses ke tenaga kerja yang terampil," kata juru bicara Bud Grebey kepada AFP. Perusahaan Tonox memasuki Afrika Selatan pada tahun 2011, setelah berga bung denga perusahaan lokal Exxaro.

Menurut analis pertambangan Peter Major, persoalan investasi Tron ox menjadi babak baru dari kepercayaan investor. "Sekarang ini mungkin banyak perusahaan yang ragu masuk ke Afrika Selatan karena berbagai persoalan. Namun cadang mineral yang cukup besar mungkin masih menjadi daya tarik," paparnya.



















13.41 | 0 komentar | Read More

Nassar: Nana Akan 'Home Schooling' karena Masih Trauma


Siti Nurjanah alias Nana (tengah) putri Muzdalifah (kanan) dan Nassar setelah sempat diculik sejak Kamis (17/1).

Siti Nurjanah alias Nana (tengah) putri Muzdalifah (kanan) dan Nassar setelah sempat diculik sejak Kamis (17/1). (sumber: BeritaSatu.com/Chairul Fikrie)




"Nana masih trauma akibat penculikan. Makanya dia belum mau kembali ke sekolah."

Jakarta -

Kembalinya Siti Nurdjanah atau akrab dipanggil Nana yang diculik selama delapan hari kepelukan artis dan pedangdut Nassar KDI dan Muzdhalifah memang menyisakan trauma tersendiri bagi Nana untuk kembali kesekolahnya di SDN 6 Kota, Tanggerang, Banten. Hal tersebut diakui Nassar saat mengelar jumpa pers dikediamannya di kawasan Tanggerang, Sabtu (26/01) sore.

"Nana masih trauma akibat penculikan. Makanya dia belum mau kembali ke sekolah," ungkap Nassar.

Lebih dalam Nassar mengaku tidak akan memindahkan sekolah sang buah hati, bila Nana mau kembali sekolah. Tetapi, karena masih trauma, maka Nassar berupaya menyekolahkan Nana di rumah.

"Gak akan aku pindahin sekolah Nana kalau anaknya mau kembali kesekkolah karena masih kelas 5. Tapi untuk sementara kami orangtuanya bermaksud menyekolahkan dirumah lewat program Homeschooling," lanjut Suami Muzdhalifah itu.

Saat ini, Nassar dan Istrinya berupaya memperketat penjagaan bagi anak-anaknya." Saya dan istri sepakat memperketat penjagaan bagi anakk-anak. Hal itu dilakukan agar kejadian kayak gini gak terulang kedepannya," Ungkap Nassar.

13.18 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger