Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Lapor ke KPK, Kakorlantas Mengaku Hartanya Wajar-wajar Saja

Written By Unknown on Selasa, 20 Agustus 2013 | 13.48






JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian RI Inspektur Jenderal (Pol) Puji Hartanto menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (20/8/2013). Puji mengaku datang dalam rangka melaporkan harta kekayaannya sebagai Kakorlantas.

"Sekarang saya melaporkan pada saat menjabat Kakorlantas," kata Puji saat meninggalkan Gedung KPK.

Namun, Puji membantah laporannya ini berkaitan dengan pencalonan dirinya sebagai kapolri untuk menggantikan Jenderal (Pol) Timur Pradopo. Dia mengatakan, pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) kepada KPK ini merupakan kegiatan rutinnya sebagai pejabat Kepolisian. Saat ditanya berapa jumlah pertambahan hartanya dibanding tahun lalu, Puji menjawab, dia mengungkapkan, nilai hartanya masih dalam kisaran yang wajar.

"Tidak, tidak, yang wajar saja," katanya.

Perubahan hartanya, sebut Puji, biasa saja. Hanya berkisar pada jual beli mobil.

"Biasa saja, mobil dijual, kemudian ganti mobil baru," ujarnya tanpa merinci lebih jauh seputar kasus tersebut.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari KPK, Puji datang untuk melaporkan LHKPN-nya berkaitan dengan seleksi calon Kapolri.

Sebelumnya, ada sembilan calon yang telah melaporkan hartanya kepada KPK. Mereka adalah Kepala Badan Reserse Kriminal, Komjen Pol Sutarman, Kepala Badan Narkotika Nasional, Komjen Pol Anang IskandarKepala Lembaga Pendidikan Pol, ri, Komjen Pol Budi Gunawan, Kapolda Bali, Irjen Pol Arif Wachjunadi, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol Badrodin Haiti, Mantan Kepala Divisi Humas Mabes Pori, Irjen Pol Saud Usman Nasution, Wakil Kepala Bareskrim, Irjen Pol Anas Yusuf, dan Kepala Divisi Teknologi Informasi Polri, Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya.




Editor : Caroline Damanik


















13.48 | 0 komentar | Read More

Mantan Bintang Disney Meninggal, Diduga Bunuh Diri


Mantan bintang Disney, Lee Thompson Young (29) yang dikenal membintangi Friday Night Light, diberitakan meninggal karena bunuh diri.


Sebuah sumber mengungkapkan kepada TMZ, tubuh Young ditemukan dengan luka tembak yang diduga kuat karena bunuh diri.


"Ini berita menyedihkan, dan saya harus katakan jika Lee Thompson dengan tragis mengakhiri hidupnya sendiri pagi ini. Lee adalah aktor yang cerdas, dia adalah sosok yang lembut. Kita benar-benar kehilangan," ujar juru bicara kepada TMZ.


Namun belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian meski manajernya, Paul Baruch mengatakan, jika Thompson mengakhiri hidupnya sendiri.


"Kami meminta semua pihak menghormati privasi keluarga di masa sulit ini," ujar Baruch.


Young memulai karier di dunia akting sejak berusia 10 tahun. Ia bermain di kisah Marthin Luther King Jr.


Kepolisian Los Angeles mengatakan, jika Young ditemukan tewas di North Hollywood, Senin sekitar pukul 08.00 waktu setempat.


13.19 | 0 komentar | Read More

DPR Segera Uji Moeldoko Sebagai Panglima TNI

Written By Unknown on Senin, 19 Agustus 2013 | 13.48






JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera menggelar uji kepatutan dan kelayakan calon Panglima TNI yang akan menggantikan Laksamana Agus Suhartono. Rencananya, hal tersebut dilakukan pada 21 Agustus 2013. Calon pengganti tunggal tersebut adalah KSAD Jenderal Moeldoko.

"Kita laksanakan fit and proper test tanggal 21 Agustus. Sejak jauh hari kita dapatkan info dari KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan juga dari Komnas HAM," kata Hasanuddin di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (19/8/2013).

Hasanuddin menjelaskan, keterlibatan KPK dan Komnas HAM dalam uji tersebut bertujuan untuk memberikan masukan atas rekam jejak Moeldoko selama meniti karier di TNI. Ia menegaskan, meski menjadi calon tunggal, hal tersebut tak menjamin Moeldoko langsung melenggang menuju kursi panglima.

:Saya tidak bisa menjawab sesuatu yang belum dikerjakan, diputuskan nanti (dari hasil) fit and proper test," ujarnya.

Untuk diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan satu nama sebagai calon Panglima TNI kepada pimpinan DPR sejak 23 Juli 2013. Setelah itu, pimpinan selanjutnya menyerahkannya ke Badan Musyawarah (Bamus) dan Komisi I.

Selanjutnya, DPR akan memberikan rekomendasi tanpa catatan atau dengan catatan terhadap calon Panglima TNI itu. Jenderal Moeldoko dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang pensiun sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Moeldoko dilantik pada tanggal 22 Mei lalu. Sebelum menjadi KSAD, Moeldoko adalah Wakil KASAD. Ia juga sempat menjadi Kasdam Jaya (2008), Pangdivif 1/Kostrad (2010), Pangdam XII/Tanjungpura (2010), Pangdam III/Siliwangi (2010), dan Wakil Gubernur Lemhannas (2011).

Saat ini, Moeldoko menjadi calon tunggal Panglima TNI yang diajukan Presiden untuk menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang akan pensiun pada Agustus 2013.




Editor : Hindra Liauw
















13.48 | 0 komentar | Read More

Marion Bartoli Alih Profesi





PARIS, Kompas.com - Juara Wimbledon Marion Bartoli mengumumkan akan berprofesi sebagai komentator olah raga pada jaringan televisi.  
    
Petenis asal Perancis berusia 28 tahun itu mengatakan ia akan bekerja di jaringan tenis ketika mengundurkan diri minggu lalu, akan menekuni pekerjaan barunya buat jaringan  televisi Eurosport pada AS Terbuka, yang akan dimulai di New York pada minggu depan.  
    
"Sangat menegangkan rasanya untuk mengumumkan bahwa saya akan menjadi salah satu bagian dari tim @Eurosport pada AS Terbuka, dalam bahasa Inggris dan Perancis!!" katanya melalui Twitter.  
    
Bartoli mengalahkan petenis Jerman Sabine Lisicki ketika memenangi gelar Wimbledon Juli lalu, namun mundur dari kancah tenis dengan air mata berlinang setelah kalah pada putaran kedua turnamen Cincinnati minggu lalu, saat berhadapan dengan Simona Halep.  
    
Selain juara Wimbledon, Bartoli memenangkan tujuh gelar juara Tur WTA, dimulai di Auckland pada 2006. Ia mengundurkan diri karena cedera punggung yang berkepanjangan.
    
Gelarnya yang terakhir selain di Wimbledon, pada 2011 --di Eastbourne, Inggris dan turnamen Osaka di Jepang.

Sumber : ANTARA, AFP



Editor : Tjahjo Sasongko















13.42 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













13.42 | 0 komentar | Read More

Yuke Sampurna Kini Jualan Beras


Jakarta - Ternyata bukan hanya bahan pangan yang bisa dilakukan diversifikasi atau penganekaragaman. Profesi pun bisa. Setidaknya hal itulah yang dilakukan bassist Dewa, Yuke Sampurna (45). Ia menganekaragamkan profesinya dari seorang pembetot bass, menjadi penjual beras dan pemilik restoran khas daging domba bernama Dombrut Café.


“Zaman sekarang orang harus kreatif. Meskipun nama Yuke sudah dikenal sebagai pemain bas band Dewa, bukan berarti saya tidak bisa menjalani profesi lain. Sekarang saya lebih dikenal sebagai penjual beras Garut dan daging domba. Dari seorang bassist saya mencoba mengalihkan profesi menjadi pedagang,” kata Yuke saat ditemui di Dombrut Café, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (15/8).


Profesi Yuke sebagai penjual beras asli Garut, Jawa Barat, sudah dimulai sejak Juli 2013. Hebatnya, baru satu bulan menjadi pedagang, beras Garut bermerek Sampurna ini sudah terjual sebanyak 1,5 ton. Beras Sampurna kebanyakan dibeli oleh teman dekat Yuke, dan kekasihnya Teges Prita Soraya.


Keistimewaan dari beras Sampurna, dikatakan Yuke, tidak menggunakan pemutih dan obat-obatan kimia. Beras yang diambil dari 200 petani di Garut ini sudah didaftarkan di Departemen Kesehatan. Jadi, dipastikan beras Sampurna halal dan pastinya lebih enak dari beras lainnya.


Sementara untuk merek beras, Yuke sengaja mencantumkan nama belakangnya. Sampurna, artinya juga tanpa cela. Harapan Yuke, bisnis berasnya ini bisa terus tanpa cela dan berkembang.


“Saya jualan beras supaya uangnya terkumpul untuk yang lain (nikah). Untuk menikah juga butuh beras kan?,” canda Yuke sambil melirik kekasihnya.


Terlepas dari alih profesi yang Yuke jalani, bukan berarti ia lupa pada talentanya mengendalikan senar bas. Rencananya, pada September mendatang Yuke akan menggelar konser reuni bersama dengan Ahmad Dhani, Andra, dan Ari Lasso di Melbourne, Sydney.


Khusus untuk persiapan konser mendatang, Yuke dan teman-teman mantan band Dewa ternyata belum sempat latihan. Bisa jadi latihan tertunda karena kesibukan masing-masing.


“Kami belum latihan. Lagipula sejak dulu Dewa memang jarang latihan. Tahu-tahu tampil saja. Mungkin untuk konser di Sydney, kami kembali mengulang kebiasaan lama,” tambahnya.


13.19 | 0 komentar | Read More

IPW: Teroris Biasanya Menyerang dari Depan

Written By Unknown on Minggu, 18 Agustus 2013 | 13.51






JAKARTA, KOMPAS.com — Berbeda dari pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian, Ketua Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan bahwa pelaku penembakan terhadap beberapa anggota kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya dalam sebulan terakhir bukan kelompok teroris. Hal itu karena pelaku penyerangan menembak polisi dari belakang, sedangkan di beberapa kasus, teroris selalu menembak polisi dari arah depan.

Neta menjelaskan beberapa kejadian penembakan polisi sebelumnya terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Dia mengambil contoh seperti yang terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara; Solo, Jawa Tengah; dan Poso, Sulawesi Tengah.

"Kejadian di Polsek Hamparan Perak (Deli Serdang), Pos Polisi di Solo, sama yang baku tembak di Poso, terjadi dalam kurun waktu 2010-2012. Untuk kejadian di tahun 2012, kejadiannya cuma selisih beberapa bulan," jelasnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (17/8/2013).

Penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, terjadi pada September 2010. Dalam penyerbuan yang menewaskan tiga anggota kepolisian setempat, uji balistik terhadap 20 selongsong peluru di lokasi kejadian menunjukkan para pelaku yang berjumlah 10-15 orang itu menggunakan senjata jenis AK-47, M-16 dan Pistol FN.

Sementara penyerangan tiga pos polisi oleh dua orang bersepeda motor di Gemblegan, Gladak, dan Singosaren, Solo, Jawa Tengah, terjadi pada Agustus 2012. Dalam penyerangan di tiga tempat itu, satu orang anggota polisi tewas, dua lainnya terluka. 

Kasus lain, penyerbuan satu regu polisi dari Detasemen B Brimob Polda Sulawesi Tengah yang sedang berpatroli di Desa Karola dan Desa Tambarana di Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah, terjadi Desember 2012. Dalam penyerbuan yang dilakukan oleh sepuluh orang itu, empat orang anggota Brimob tewas.

"Kejadian-kejadian sebelumnya, teroris selalu menyerang dari arah depan dan dalam jarak tertentu. Beda dengan yang di Tangsel (Tangerang Selatan), penembakannya dari belakang dan jarak dekat," urainya.

Lebih lanjut kata Neta, pada kasus di Deli Serdang, Solo dan Poso, para teroris menggunakan senjata api organik asli. Sementara di Tangerang Selatan, dia menduga pelaku menggunakan senjata api rakitan.

"Senjata rakitan kalau dari jarak tertentu akan melenceng, jadi harus dari jarak dekat. Yang biasa menggunakannya pelaku kejahatan kriminal," ujarnya.

Seperti diberitakan, penembakan di Jalan Graha Raya, Pondok Aren, Tangerang, Jumat, (16/8/2013) malam, menewaskan anggota Polsek Pondok Aren, Aipda Kus Hendratma. Kus yang mengendarai motor dipepet dua orang yang berboncengan motor. Saat itu, Kus ditembak pada bagian belakang kepala hingga terjatuh dan tewas di tempat.

Tim Buru Sergap Polsek setempat berjumlah empat orang yang kebetulan melintas dengan mobil melihat kejadian dan langsung mengejar sert menabrak motor tersebut. Namun pengemudi mobil, Bripka Ahmad Maulana, kehilangan kendali kendaraan sehingg mobil terguling. Saat berusaha keluar dari mobil yang terbalik, pelaku menghampiri dan menembak Maulana. Ketiga rekannya yang selamat sempat menembak pelaku.

Sebelumnya, Aipda Patah Saktiyono (55), anggota Polantas Polsek Gambir, Jakarta Pusat, ditembak saat sedang mengendarai motor di Jalan Cirendeu Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2013). Selanjutnya, Aiptu Dwiyatno (50), anggota Binmas Polsek Metro Cilandak, tewas ditembak di bagian kepala belakang saat sedang mengendarai motor di depan Gang Mandor, Jalan Otista Raya RT 03/11, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat Kota, Tangerang Selatan, Rabu (7/8/2013).




Editor : Wisnubrata


















13.51 | 0 komentar | Read More

Penembakan terhadap Polisi Bukan Teror, melainkan Serangan Mematikan






JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menganggap rentetan kasus penembakan kepada anggota kepolisian bukan sekadar teror, melainkan sebuah serangan mematikan yang direncanakan. Untuk itu, ia mendesak Polri bereaksi cepat dengan melancarkan operasi khusus guna melumpuhkan para pelaku penembakan itu.

"Ini bukan lagi teror melainkan serangan mematikan. Kalaupun rangkaian peristiwa ini masih dilihat sebagai teror, Polri semestinya meningkatkan operasi antiteror," kata Bambang saat dihubungi pada Minggu (18/8/2013).

Dalam pengamatan politisi Partai Golkar ini, rangkaian penembakan terhadap anggota Polri belakangan cukup meningkat dan terjadi di wilayah selatan Jakarta serta Tangerang. Ia menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas wafatnya Aipda Kus Hendratma dan Bripka Ahmad Maulana yang ditembak di Jalan Graha Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Jumat pekan lalu.

Pekan sebelumnya, terjadi penembakan terhadap rumah anggota Satuan Narkoba Polda Metro Jaya di Cipondoh, Tangerang. Selain itu, pada pekan pertama Agustus, Aiptu Dwiyatno ditembak di kawasan Ciputat, dan pada akhir Juli, Aipda Patah Saktiyono juga ditembak di Cirendeu, Tangerang.

Selain rangkaian penembakan di Jakarta dan sekitarnya, jajaran Polri di daerah juga mendapat ancaman serangan bom. Pada 13 Mei 2013, pos polisi di Jalan Mitra Batik Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dilempar bom molotov. Tersangka kasus ini tewas ditembak setelah sebelumnya menusuk anggota satuan lalu lintas Polres Tasikmalaya Kota, Aiptu Widartono.

Pada awal Juni, Mapolres Poso di Sulawesi Tengah, diserang pelaku bom bunuh diri. Dan pada Sabtu (20/7/2013) dini hari, giliran kantor Mapolsek Rajapolah, Tasikmalaya, diteror oleh ledakan bom panci.

"Respons Polri amat diperlukan agar para prajurit bisa melihat institusinya berupaya melakukan perlindungan. Dengan operasi yang fokus pada upaya melumpuhkan pelaku penembakan, moral prajurit Polri akan terjaga dan tak menimbulkan keresahan di keluarganya," ujar Bambang.




Editor : Wisnubrata


















13.48 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













13.41 | 0 komentar | Read More

Inilah Arti Nama Anak Pasha Ungu dan Adelia


Jakarta - Kebahagiaan yang kini tengah dirasakan Pasha vokalis band Ungu bukan hanya bisa merayakan hari Kemerdekaan ke 68 tahun saja. Namun lebih dari itu Pasha kini tengah berbahagia karena istrinya, Adelia Wilhelmina melahirkan anak kedua dari pernikahannya itu.


Saat ditemui di rumah sakit Pondok Indah (RSPI), Pasha membagi kebahagiaan dengan sejumlah wartawan, Sabtu (17/8).


"Alhamdulillah Adel bisa melahirkan dengan selamat dan bayinya juga sehat sekitar pukul 08.45 WIB pagi dengan berat 3,8 kilogram. Kami memberi nama Sakha Dyandra Sultan Yusuf," ujar Pasha.


Lebih lanjut diungkapkan Pasha, dirinya mempunyai arti tersendiri memberikan nama tersebut pada buah hatinya itu.


"Shaka Dyandra Sultan Yusuf artinya pemimpin yang murah hati," lanjutnya.


Dilanjutkan Pasha, Adelia sang istri yang melahirkan dengan cara dioperasi caesar itu bahagia karena anaknya bisa lahir dengan selamat.


"Meski dengan cara operasi caesar, tapi bersyukur anaknya bisa lahir dengan selamat," ujarnya.


Pasha sendiri mengungkap keputusan melakukan operasi sendiri karena kondisi bayinya sudah siap untuk dilahirkan. Selain itu, Pasha juga menginginkan anaknya bisa bersamaan dengan hari kemerdekaan RI.


"Keputusan tanggal 17 baru kemarin karena berat badan cukup, jantung, paru-paru matang. Alhamdulillah semua berjalan baik," tuturnya.


13.19 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger