Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Sambil Menangis, Nikita Mirzani Sangkal Tuduhan

Written By Unknown on Rabu, 23 Januari 2013 | 13.18


Nikita Mirzani yang jatuh pingsan usai sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/1).

Nikita Mirzani yang jatuh pingsan usai sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/1). (sumber: Beritasatu.com/Chairul Fikrie)




Nikita mengaku tidak melakukan tindakan yang dituduhkan.

Rasanya beban berat kini tengah dihadapi artis dan pemain film Nikita Mirzani. Beban berat itu membuat Nikita Mirzani jatuh pingsan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (23/1).

Nikita pingsan setelah terkejut mendengar bantahan atas eksepsi yang diajukannya pekan lalu.

"Aku dari pagi memang sudah panas badannya. Terus tadi didepan hakim saat sidang sempat bengong dan nge-blank," ungkap Nikita.

Nikita juga mengakui dirinya sedih dan menangis bila memikirkan kasus penganiayaan yang dituduhkan kepadanya.

"Aku menangis karena aku mengingat tuduhan pemukulan itu. Padahal aku tidak melakukan itu. Tapi kenapa dia (korban Beverly) bilang begitu," ungkap artis kelahiran 17 Maret 1986 itu.

Lebih lanjut Nikita mengungkapkan bukan dialah yang melakukan tindakan peenganiayaan itu, tapi temannya bernama Army yang telah melakukannya.

"Demi Allah gak ada tindakan pemukulan kepada korban dan tidak benar bila aku melakukan penamparan juga pelemparan gelas. Semua itu yang melakukan Army, yang aku lakukan hanya melerai," lanjut pemain film 'Nenek Gayung' itu

Ibu satu anak itu juga mengaku tidak ingin lagi mengenal Army karena tuduhannya itulah yang membuat dirinya dijebloskan ke Tahanan Polda beberapa waktu lalu.

"Aku gak mau ketemu ama dia (Army) lagi. Dia yang bikin aku mendekam dipenjara kemarin," tegasnya, sambil menangis.

"Aku berharap seemuanya cepat selesai. Nanti kita bisa sama-sama melihat CCTV nya. Semoga kebenaran bisaa terungkap."

13.18 | 0 komentar | Read More

Hari ke-100, Jokowi Sudah Dalami Masalah Jakarta

Written By Unknown on Selasa, 22 Januari 2013 | 13.50




100 Hari Jokowi-Basuki


Hari Ke-100, Jokowi Sudah Dalami Masalah Jakarta





Penulis : Indra Akuntono | Selasa, 22 Januari 2013 | 13:26 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Masa kepemimpinan Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, di Jakarta tepat berusia 100 hari. Angka yang disakralkan oleh sebagian orang, terhitung sejak tanggal pelantikan, 15 Oktober 2012, sampai Selasa (22/1/2013).


Pakar Kebijakan publik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, menilai Jokowi-Basuki sudah mendalami masalah Jakarta dengan baik. Menurut dia, banyak hal yang tak mencuat ke permukaan telah dicuatkan oleh pasangan pemimpin baru Jakarta ini. Contoh paling nyata adalah anggaran yang kini dianggap lebih transparan dan diharapkan efektif sampai tingkat eksekusi.


"Menurut saya, Jokowi dan Ahok (sapaan Basuki) telah mendalami masalah Jakarta. Bahkan, (mereka) mungkin terkejut melihat masalah Jakarta yang banyak ini," kata Andrinof kepada Kompas.com, Selasa siang.


Lebih jauh, Andrinof juga memberikan apresiasi kepada Jokowi-Basuki. Pasalnya, sebagai pasangan pemimpin yang berasal dari luar Jakarta, keduanya dianggap mau dan mampu memahami peliknya mengurus Ibu Kota. Andrinof menilai nuansa perubahan di Jakarta sudah mulai terasa. Bagi dia, pemimpin Jakarta tak cukup hanya meneruskan rencana sebelumnya, tetapi juga harus mampu memberikan perubahan ke arah lebih baik.


"Enggak cukup hanya dengan meneruskan. Perubahan yang dibawa Jokowi sudah mulai terasa, semoga bisa berlanjut di hari-hari ke depan," ujarnya.


Selengkapnya, ikut di Liputan Khusus 100 Hari Jokowi-Basuki


















13.50 | 0 komentar | Read More

Marzuki: Hary Tanoe Memang Tak Cocok di Politik




Partai Nasdem Pecah


Marzuki: Hary Tanoe Memang Tak Cocok di Politik





Penulis : Sabrina Asril | Selasa, 22 Januari 2013 | 13:10 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengaku pernah mengingatkan bos MNC Grup Hary Tanoesoedibjo saat memutuskan terjun ke dunia politik. Menurutnya, Hary tak cocok terlibat di partai politik. Hal itu, kata Marzuki, disampaikannya ketika Hary akan bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

"Pas mau gabung ke Nasdem, saya kaget juga. Sebagai sahabat, saya ingatkan ada baiknya Pak Hary dalam posisi yang independen karena parpol saat ini bukan tempatnya bagi orang profesional seperti Pak Hary," ujar Marzuki, Selasa (22/1/2013), di Gedung Kompleks Parlemen Senayan.

Sebagai pihak yang sama-sama berasal dari kalangan profesional, Marzuki mengaku, masuk ke dunia politik cukup sulit. Saat awal, ia juga menyadari ada pertarungan batin seperti yang saat ini dirasakan oleh Hary Tanoe.

"Pasti di awal-awal ada masa untuk terus atau tidak karena kerap pengambilan keputusan di parpol itu melalui mekanisme kekuasaan. Padahal, partai itu kan milik publik, ini yang saya sampaikan ke beliau," ucap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Marzuki menjelaskan, kondisi partai politik saat ini belum mampu menampung orang seperti Hary Tanoe yang berkompeten, memiliki banyak pengalaman, dan idealisme yang kuat. "Jadi, dengan kondisi itu, saya yakin Pak Hary Tanoe tidak akan ke mana-mana," katanya.

Seperti diketahui, empat pengurus Partai Nasdem menyatakan mundur dalam jumpa pers kemarin, Senin (21/1/2013). Mereka adalah Ketua Dewan Pakar Hary Tanoesoedibjo, Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq, Wakil Sekretaris Jenderal Saiful Haq, dan Ketua Internal DPP Partai Nasdem Endang Tirtana. Keempat pengurus Nasdem itu mengundurkan diri karena merasa tidak ada kecocokan dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Surya Paloh.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Partai Nasdem Pecah
Geliat Politik Jelang 2014






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary















13.48 | 0 komentar | Read More

Ferrer Melangkah ke Semi-final



Australia Terbuka


Ferrer Melangkah ke Semifinal





Penulis : Rakaryan Sukarjaputra | Selasa, 22 Januari 2013 | 13:22 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Unggulan keempat tunggal putra Australia Terbuka 2013, David Ferrer, mendapatkan tempat di semifinal, Selasa, setelah mengalahkan rekan senegaranya, Nicolas Almagro, dalam pertarungan ketat lima set, 4-6, 4-6, 7-5, 7-6 (4), 6-2.


Ferrer, yang kehilangan dua set pertamanya karena penampilan gemilang Almagro yang terus membuat Ferrer terpojok, akhirnya bisa bangkit pada set ketiga dan mulai memaksakan permainannya kepada rekan senegaranya itu.


Petenis Spanyol itu bermain lebih lambat dengan memaksa Almagro beradu reli-reli panjang. Hasilnya langsung terlihat, perlahan-lahan stamina Almagro yang menempati unggulan ke-10 itu semakin terkuras.


Set kelima, yang menjadi set penentuan, tidak terlalu menyulitkan bagi Ferrer. Dengan stamina lebih unggul, meski tiga tahun lebih tua dari Almagro, Ferrer dengan mudah merebut set demi set kemudian menutupnya dengan skor 6-2.


Permainan ketat kedua petenis Spanyol itu tecermin dari data statistik permainan mereka. Ferrer membuat 16 servis as, sedangkan Almagro 15 servis as. Ferrer mampu membuat 44 winner, sedangkan Almagro 51 winner.


Akan tetapi dalam hal kesalahan sendiri, Almagro melakukannya lebih banyak, yaitu 75 kali, sedangkan Ferrer 51 kali. Di semifinal, Ferrer akan berhadapan dengan pemenang laga Novak Djokovic melawan Tomas Berdych.



















13.41 | 0 komentar | Read More

Kemendag: Tidak Ada Bakso Campuran Daging Babi





Kemendag: Tidak Ada Bakso Campuran Daging Babi





Penulis : Didik Purwanto | Selasa, 22 Januari 2013 | 13:14 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perdagangan tidak menemukan adanya bakso yang dicampur dengan daging babi. Pemerintah memastikan hal tersebut hanya isu.


Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengawasan di sejumlah pasar di Jakarta, Bogor, dan Bandung dalam sebulan terakhir.


Hal tersebut bekerja sama dengan laboratorium terpadu Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. "Hasilnya semua negatif. Tidak ada campuran daging babi pada bakso," kata Bayu saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (22/1/2013).


Kementerian Perdagangan mengambil sampel produk bakso, daging giling, dan daging di Jakarta, Bandung, serta Bogor.


Di Jakarta, pengambilan sampel di Pasar Rawamangun, Pasar Cempaka Putih, Pasar Senen, Pasar Pondok Labu, Pasar Atrium Pondok Gede, Pasar Cipete, Pasar Minggu, Pasar Jombang, Pasar Kebayoran, dan Pasar Mampang. Pengambilan sampel di Bogor dilakukan di Pasar Anyar, Pasar Gunung Batu, dan Pasar Petir Dramaga, sedangkan di Bandung di Pasar Baru dan Pasar Ancol.


Produk tersebut juga telah diuji coba di Badan Pengawas Obat dan Makanan. "Masyarakat tidak perlu khawatir makan daging bakso. Semua aman," tuturnya.


Akhir tahun lalu, isu merebaknya bakso dicampur dengan daging babi ramai di masyarakat. Hal tersebut menyebabkan omzet pedagang bakso anjlok.






Editor :


Erlangga Djumena
















13.41 | 0 komentar | Read More

VIDEO: Beyonce dan Kelly Clarkson Bernyanyi di Upacara Pelantikan Obama


Beyonce menyanyikan National Anthem pada upacara Inagurasi Presiden Obama

Beyonce menyanyikan National Anthem pada upacara Inagurasi Presiden Obama (sumber: YouTube)




Senin, 21 Januari 2013, waktu setempat, Beyonce, Kelly Clarkson dan James Taylor memeriahkan perayaan pengangkatan kembali Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat untuk yang kedua kalinya.

Pada acara tersebut, Beyonce menyanyikan National Anthem, sedangkan Kelly Clarkson menyanyikan lagu "My Country, 'Tis of Thee". Selain dua diva tersebut, musisi lain yang juga tampil dalam acara 21 Januari tersebut adalah penyanyi country terkenal James Taylor. Dia akan menyanyikan lagu "America the Beautiful".

Sebagaimana dilansir dalam ​Ghiboo.com, sebenarnya ini bukanlah kali pertama Beyonce dan James Taylor tampil dalam acara inagurasi Obama sebagai presiden Amerika Serikat, karena tepat 4 tahun lalu (2009), Beyonce dan James Taylor juga pernah bernyanyi saat presiden berkulit hitam pertama di Amerika Serikat itu terpilih untuk yang pertama kalinya.

Berikut adalah video Beyonce, Kelly Clarkson dan James Taylor pada acara pelantikan presiden Amerika Serikat ke 57, Barrack Obama.

13.18 | 0 komentar | Read More

Pembenahan Tanggul Latuharhary Rampung dalam Dua Hari

Written By Unknown on Senin, 21 Januari 2013 | 13.50





Pembenahan Tanggul Latuharhary Rampung dalam Dua Hari





Penulis : Zico Nurrashid Priharseno | Senin, 21 Januari 2013 | 13:14 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Pembenahan perbaikan tanggul sungai yang jebol di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, diperkirakan akan selesai dalam waktu dua hari lagi. Tanggul yang jebol itu menyebabkan air di Kanal Banjir Barat meluap hingga membanjiri kawasan sekitarnya.


"Temporary, sih, dalam dua hari juga sudah rapi. Kalau untuk permanen sedang didesain sama Kementerian Pekerjaan Umum," ujar Pranowo, salah satu petugas perbaikan tanggul, ketika ditemui di lokasi, Senin (21/1/2013).


Puluhan petugas dari dinas pertamanan, satpol PP, dan PT Kereta Api Indonesia terus bekerja mengangkut semen dan batu besar untuk menambal tanggul yang jebol serta membersihkan jalan dari lumpur dan pasir. Sedikitnya delapan alat berat disiapkan untuk mengangkat batu-batu besar. Ratusan truk pengangkut pasir dan batu besar beroperasi siang-malam untuk mengirimkan bahan material.


Saat ini tidak ada genangan air di area jebolnya tanggul di Jalan Latuharhary. "Mulai kering banget kemarin. Jumat masih kencang, Sabtu sudah lumayan surut. Mudah-mudahan besok kereta sudah bisa melintas, tapi itu juga masih tahap uji coba," kata Pranowo.


Sementara itu, ruas jalan di depan Stasiun Sudirman mengarah Latuharhary ditutup sejak pagi tadi. Penutupan Jalan Kendal tersebut dikarenakan adanya pembersihan jalan di lokasi tanggul jebol.


Tanggul di Jalan Latuharhary ambrol pada Kamis (17/1/2013) pagi karena tak mampu menahan derasnya aliran air di Kanal Banjir Barat akibat hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Air yang meluap dari tanggul jebol tersebut meluber hingga menggenangi kawasan Jalan Sudirman dan MH Thamrin.


















13.50 | 0 komentar | Read More

Menangis, Hartati Minta Dibebaskan


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantation/ PT Cipta Cakra Murdaya Hartati Murdaya Poo meminta majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis yang seadil-adilnya. Hartati meminta hakim membebaskannya dari tuntutan serta memperbaiki nama baik dan kedudukannya di mata masyarakat. Hal ini merupakan kesimpulan dari nota pembelaan (pledoi) pribadi yang dibacakan Hartati dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (21/1/2013). Dia mengaku tidak bersalah karena tidak berniat menyuap Bupati Buol Amran Batalipu terkait perizinan perkebunan kelapa sawit di Buol.

"Visi misi dan tanggung jawab saya menghidupkan puluhan ribu karyawan. Saya mohon majelis hakim memutuskan dengan kejernihan hati nurani. Saya dengan usia hampir 67 tahun, tidak banyak lagi waktu produktif saya. Mohon dibeirkan kesempatan untuk mengabdi," kata Hartati.

Mantan anggota dewan pembina Partai Demokrat itu pun menyinggung masalah iklim investasi tanah air. Menurutnya, kasus dugaan penyuapan di Buol ini dikhawatirkan dapat memengaruhi iklim investasi dalam negeri.

"Kasus Buol sudah menciptakan rasa resah dan ketakutan dunia usaha dalam negeri. Seperti yang diungkapkan Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesa) Anton Supit, jika orang seperti Hartati yang dikenal bersih bisa dijebloskan ke penjara, bagaimana dengan lainnya?," ungkap Hartati.

Dalam pledoinya yang berjudul "Nota Pembelaan untuk Menemukan Keadilan. Masih Adakah Keadilan? Air Susu Dibalas dengan Air Tuba" itu, Hartati merasa telah berjasa kepada bangsa dan negara. Selaku pengusaha, dia sudah memajukan ekonomi masyarakat Buol melalui perkebunan kelapa sawit yang didirikannya di sana. Namun, KPK menetapkan Hartati sebagai tersangka atas dugaan menyuap Amran terkait kepengurusan izin perkebunannya di Buol.

Sementara, menurut Hartati, uang yang diberikan PT HIP kepada Amran bukanlah suap melainkan bantuan dana kampanye pemilihan kepala daerah (Pemilkada) Buol 2012. Saat itu, Amran tengah maju sebagai calon petahan. Hartati berkilah kalau pemberian uang itu tidak berkaitan dengan kepengurusan hak guna usaha (HGU) perkebunan karena menurutnya, PT HIP sebenarnya tidak membutuhkan izin yang ditandatangani Amran seusai pemberian uang tersebut.

"Tidak ada hubungan antara pemberian dana Pilkada dengan HGU karena sudah proses HGU nya sejak 1999. Surat-surat yang dtiterbitkan Amran, terdiri dari surat Bupati Buol untuk Gubernur Sulteng perihal izin perkebunan PT CCM 4.500 hektar, surat bupati Buol kepada kepala BPN soal permohonan kenijakan HGU 4500 hektar atas nama PT CCM/PT HIP, surat bupati Buol kepada direktur PT Sebuku, semua tidak dbutuhkan PT HIP," ungkap Hartati.

Sementara, menurut jaksa, uang Rp 3 miliar yang diberikan Hartati kepada Amran melalui dua anak buahnya tersebut merupakan imbalan karena Amran telah membantu mengurus izin-izin perkebunan PT HIP dan PT CCM. Saat membacakan pledoinya, Hartati sempat menangis. Dengan suara bergetar, Hartati mengatakan kalau KPK telah mengubah hidupnya.

"Yang sebelumnya saya produktif berkarya menjadi pengangguran," ucapnya sambil menyeka air mata.

Tangisan Hartati semakin terdengar ketika dia mengeluhkan kehidupan di penjara. "Sejak Februari 2012, hidup saya terbatas pada ruang tahanan. KPK memisahkan saya dengan karyawan saya, dengan kegiatan usaha saya, dengan kegiatan kerohanian saya, dengan putra putri saya, " tuturnya.

Dalam persidangan sebelumnya, tim jaksa KPK menuntut majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan pidana lima tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan kepada Hartati. Dia dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan dengan memberikan uang senilai total Rp 3 miliar kepada Bupati Buol Amran Batalipu terkait kepengurusan izin usaha perkebunan di Buol. Tuntutan lima tahun ini merupakan hukuman maksimal dari pasal yang didakwakan kepada Hartati, yakni Pasal 5 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Hartati dan Dugaan Suap Bupati Buol






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









13.48 | 0 komentar | Read More

Svetlana Kuznetsova Singkirkan Wozniacki



Tenis Australia Terbuka


Svetlana Kuznetsova Singkirkan Wozniacki





Senin, 21 Januari 2013 | 13:04 WIB












MELBOURNE, Kompas.com - Petenis Rusia, Svetlana Kuznetsova menyingkirkan mantan peringkat satu dunia, Caroline Wozniacki dan lolos ke perempatfinal Australia Terbuka.

Kuznetsova lolos dengan mengalahkan Wozniacki 6-2, 2-6, 7-5. Di perempatfinal, Kuznetsova yang pernah meraih dua gelar juara turnamen grand slam ini akan menghadapi juara bertahan Victoria Azarenka.

Ini merupakan pencapaian luar biasa buat Kuznetsova yang sempat mengalami cedera dan kini menempati pertingkat 75 dunia.

Kuznetsova yang meraih dua gelar juara di AS Terbuka pada 2004 dan Perancis Terbuka 2009 mengaku sangat siap dan senang dapat lolos ke perempatfinal. "Saya senang dengan hasil ini karena sempat kesulitan di set kedua. Namun saya mampu tampil baik di set ketiga."

"Saya telah bertanding selama sepuluh tahun dan sangat lelah," kata Kuznetsova. "Namun saat ini saya kembali merasa segar dan senanag dapat tampil di perempatfinal karena tahun lalu saya berjuang keras."







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















13.41 | 0 komentar | Read More

Menko: Tingkat Bongkar Muat Pelabuhan Harus Samai Malaysia





Menko: Tingkat Bongkar Muat Pelabuhan Harus Samai Malaysia





Penulis : Didik Purwanto | Senin, 21 Januari 2013 | 13:04 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta PT Pelabuhan Indonesia II Persero (Pelindo) untuk meningkatkan standarisasi pelabuhan di tanah air.


Bahkan standarisasi pelabuhan itu harus minimal menyamai atau bahkan lebih baik dibanding Malaysia. Sebab angka logistic performance index (LPI) pelabuhan di Indonesia masih rendah, bahkan masih kalah dibanding pelabuhan di Malaysia dan Thailand.


Angka LPI Malaysia dan Thailand masing-masing berada pada peringkat 29 dan 38. Sedangkan Indonesia masih bertengger di posisi 59, naik dari 2010 lalu yang di peringkat 75.


"Target minimal sama dengan Malaysia itu tidak bisa ditawar lagi," kata Hatta saat memberikan sambutan di peresmian Indonesia National Single Window di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Senin (21/1/2013).


Menurut Hatta, upaya untuk memangkas LPI itu bisa dilakukan dengan menekan waktu tunggu (dwelling time) bongkar muat kontainer mulai dari kapal hingga siap dikirim ke gudang perusahaan masing-masing. Saat ini, masa bongkar muat kontainer masih 6,7 hari.


Namun ke depan, masa bongkar muat kontainer akan ditekan hingga 4,7 hari. Sementara masa bongkar muat kontainer yang masih 6,7 hari, sekitar 58 persennya masih berkaitan dengan masa pembayaran kontainer. "Ini yang harus segera dikurangi. Caranya, perbankan juga akan buka pada Sabtu-Minggu. Sehingga pelabuhan akan tetap buka 24 jam 7 hari seminggu," tambahnya.


Dengan layanan perbankan tetap buka di Sabtu-Minggu, ini akan menekan masa bongkar muat kontainer sebesar 0,4-0,8 hari. Sementara masalah-masalah lain di pelabuhan akan bisa ditekan hingga 0,5 hingga 1,5 hari. "Ini yang akan memangkas dwelling time sebanyak 1-2 hari," tambahnya.


Dengan kondisi ini, maka masa bongkar muat kontainer khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok bisa menyamai masa bongkar muat pelabuhan di Malaysia.






Editor :


Erlangga Djumena
















13.41 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger