Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

PP Muhammadiyah: Tak Boleh Ada Pemaksaan Keyakinan di Sampang

Written By Unknown on Sabtu, 10 Agustus 2013 | 13.48






JAKARTA, KOMPAS.com —
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, tidak boleh ada pemaksaan keyakinan dalam proses rekonsiliasi di Sampang, Madura, Jawa Timur. Apalagi, jika pemaksaan keyakinan dilakukan oleh pejabat pemerintah.


"Itu tidak bisa (ada pemaksaan). Kalau sampai pemerintah berpihak, itu pemerintah yang tidak berkeadilan," kata Din di Jakarta, Sabtu (10/8/2013).


Hal itu dikatakan Din ketika dimintai tanggapan intimidasi dan ancaman terhadap warga Syiah yang bertahan di Desa Karanggayam dan Bluuran Sampang. Mereka dipaksa meninggalkan keyakinannya jika ingin keselamatannya dijamin.


Din mengatakan, jika benar ada pemaksaan terhadap warga Syiah di Sampang, hal itu merupakan tindakan kriminal. Seharusnya negara melakukan penindakan. Pasalnya, setiap orang bebas menganut keyakinannya.


Menurut Din, untuk menyelesaikan konflik di Sampang harus dipegang prinsip kebebasan berkeyakinan. Ia berpendapat, sangat sulit untuk menyatukan pandangan antara Sunni dan Syiah yang perbedaannya sudah terjadi berabad-abad.


Dikatakan Din, baik Sunni maupun Syiah berjasa bagi peradaban Islam. Keduanya juga mempunyai kesalahan. Jika ada perbedaan persepsi siapa yang sesungguhnya pemimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad, kata Din, hal itu sejarah masa lalu yang tak perlu diungkit.


"Maka biarlah bagimu keyakinanmu, bagiku keyakinanku. Tapi harus hidup berdampingan secara damai. Toh kita dengan sesama non-muslim bisa hidup berdampingan dengan damai. Masa sesama muslim walaupun berbeda paham kok enggak bisa hidup berdampingan secara damai?" kata Din.


Untuk itu, Din berharap kedua kelompok bisa saling menahan diri. Jangan saling menghina.

"Biarlah Allah yang menentukan kebenaran mana yang diterima. Sekarang hidup berdampingan secara damai, tidak boleh ada pemaksaan. Itu melanggar prinsip agama itu sendiri," pungkas Din.


Sebelumnya, Direktur Eksekutif Yayasan Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) Hertasning Ichlas alias Herta yang mendampingi para pengungsi Syiah mengungkapkan, warga Syiah di Sampang dipaksa oleh para pejabat pemerintah dan kepolisian setempat untuk menandatangani ikrar. Ikrar tersebut berisi 9 poin yang intinya menganggap ajaran Tajul Muluk sesat dan harus kembali ke Ahlus Sunnah.


Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, dalam proses rekonsiliasi yang tengah dilakukan, perlu dilakukan persamaan persepsi antarkelompok di Sampang. Pasalnya, kata dia, ada perbedaan pandangan antara warga dengan kelompok Tajul Muluk.


"Nah kalau semua sudah selesai, maka mereka pulang ke kampung halamannya. Itu dijamin aman kalau rekonsiliasi dalam arti yang sesungguhnya bisa tercapai, yaitu pencerahan dan penyamaan persepsi," kata Suryadharma.





Editor : Caroline Damanik


















13.48 | 0 komentar | Read More

Lewati Korea, Li Xuerui Maju ke Final




Tunggal putri China, Li Xuerui, menyambar kok hasil pengembalian tanggung Tzu Ying Tai dari Taiwan, pada babak semifinal BWF World Championships 2013, di Guangzhou, China, Jumat (9/8/2013). | sports.sina.com








GUANGZHOU, KOMPAS.com — Unggulan pertama tunggal putri, Li Xuerui, melewati tunggal Korea, Bae Yeon-ju, dengan mudah, pada pertandingan semifinal BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013 yang digelar di Guangzhou, China, Sabtu (10/8/2013). Li menang telak 21-5, 21-11, dalam 31 menit.

Game pertama dilalui Li dalam waktu singkat. Smes-smes kerasnya tak bisa dihalau Bae. Li tak membiarkan andalah Korea tersebut berkembang dan menutup game ini dengan 21-5.

Game kedua tak jauh berbeda. Lagi-lagi Li mendominasi perolehan poin dan menutup game dengan 21-11.

Kemenangan ini membawa Li semakin dekat dengan gelar juara dunia pertamanya. Tahun ini adalah debut pemain 22 tahun tersebut di World Championships.

Di final yang akan berlangsung besok, Minggu (11/8/2013), Li menunggu lawan, yakni pemenang antara unggulan ketiga, Ratchanok Intanon (Thailand), dan PV Sindhu (India).




Editor : Pipit Puspita Rini















13.41 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













13.41 | 0 komentar | Read More

Toko Barang Mewah Swiss Bantah Berlaku Rasis Terhadap Oprah Winfrey


Zurich - Sebuah toko barang-barang mewah di Zurich, Swiss, menyangkal telah berlaku rasis terhadap Oprah Winfrey, ketika pembawa acara kondang asal Amerika Serikat itu ingin membeli sebuah tas seharga 35.000 franc Swiss (sekitar Rp 390 juta), sebulan silam.


Seperti yang diberitakan sebelumnya, Winfrey yang bulan lalu berada di Swiss untuk menghadiri upacara pernikahan penyanyi Tina Turner, dalam dua wawancara di AS mengaku seorang pelayan toko barang mewah di Zurich menolak menjual tas kepadanya karena "terlalu mahal".


Trois Pommes, nama toko itu, menyangkal mendiskriminasi artis kulit hitam yang dinobatkan sebagai perempuan paling berpengaruh versi majalah Forbes baru-baru ini. Pemilik toko mengatakan insiden itu hanya salah paham, karena faktor perbedaan bahasa.


"Ini benar-benar kesalahpahaman klasik," kata Trudie Goetz, pemilik Trois Pommes, Jumat (9/8). "Siapa yang tidak mau menjual tas seharga 35.000 franc?"


Menurut Goetz, yang terjadi ketika itu adalah pelayan tokonya ingin memberi tahu Winfrey bahwa mereka punya tas serupa tetapi yang terbuat dari bahan lain. Sayang penjelasan itu disalahpahami oleh Winfrey.


Winfrey yang kini berusia 59, mencatat penghasilan sebesar 77 juta dolar Amerika Serikat pada periode Juni 2012 hingga Juni 2013. Ia menduduki posisi pertama di daftar perempuan terkaya di dunia versi Forbes.


13.18 | 0 komentar | Read More

Diduga, Pelaku Penembakan Halte Transjakarta Pakai Fortuner

Written By Unknown on Jumat, 09 Agustus 2013 | 13.50






JAKARTA, KOMPAS.com - Penembakan halte Transjakarta Cawang Cikoko, Jakarta Selatan dan Cawang Ciliwung, Jakarta Timur pada Jumat (9/8/2013) dini hari diduga dilakukan oleh pelaku dari dalam sebuah minibus yang melintas dekat halte tersebut. Saksi mata, seorang petugas sekuriti Transjakarta berinisial MR (27) mengaku sempat melihat sekilas sebuah kendaraan seperti minibus mirip Fortuner berwarna hitam melintas melewati lokasi.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, MR mendengar satu letupan seperti bunyi tembakan terjadi sebelum kaca di halte tersebut kemudian hancur.

"Saat saksi sedang duduk jaga di dalam halte terdengar letusan seperti suara senjata (sebanyak) satu kali," kata Rikwanto, melalui pesan singkatnya, Jumat pagi.

MR yang mendengar bunyi letusan tersebut refleks melihat kondisi kaca Transjakarta yang sudah dalam keadaan pecah dan retak. Pada saat itulah, MR mengaku sekilas melihat kendaraan seperti minibus melintas.

"Kendaraan yang terakhir melintas sekilas mirip minibus. Setelah (saksi) ditanya, lebih spesifik mirip Fortuner warna hitam (dan) berada di jalur cepat mengarah Cawang," ujar Rikwanto.

Kasus penembakan setelah perayaan Lebaran mengingatkan kejadian serupa pada beberapa halte Transjakarta yang juga terjadi pada waktu sebelumnya, seperti halte Transjakarta Slamet Riyadi, halte Transjakarta Matraman, halte Transjakarta Jatinegara, dan halte Transjakarta Raden Inten. Polisi masih menyelidiki kasus penembakan yang sama kali ini dengan olah tempat kenjadian perkara, mengumpulkan saksi dan barang bukti dari lokasi kejadian.




Editor : Caroline Damanik
















13.50 | 0 komentar | Read More

Ketika JK, Ical, dan Paloh Tertawa Bersama...






JAKARTA, KOMPAS.com
- "Ini teman sejati kita," kata mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK ketika menerima kunjungan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (9/8/2013). JK pun mempersilakan Ical masuk ke dalam tenda yang dipasang di halaman rumahnya dalam rangka "Open House" di hari ke dua Idul Fitri 1434 H.


Di dalam tenda, sudah ada ratusan orang yang ikut bersilaturahim. Tampak hadir pula Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh, para politisi lintas parpol, para menteri, dan pejabat tinggi lainnya.


Peristiwa menarik terjadi. JK, Ical, dan Surya sempat berbincang-bincang sambil tetap berdiri. Ketiga orang ini pernah sama-sama berjuang di Partai Golkar. Surya memilih membentuk Ormas Nasional Demokrat setelah tak terpilih menjadi ketua umum di Munas Golkar di Riau 2010.

Setelah membentuk ormas, Partai Nasdem lalu dideklarasikan. Belakangan, Surya keluar dari Golkar. Surya disebut-sebut ingin jadi Presiden.


JK sendiri ingin kembali bertarung di Pilpres 2014. Namun, belum jelas kendaraan politik mana yang akan dipakai setelah Golkar menetapkan Ical sebagai capres 2014 di Rapimnas III tahun 2012. Golkar sendiri mengancam akan memecat kader yang tidak mendukung pencapresan Ical.


Pertemuan JK, Ical, Surya dipenuhi canda seputar politik. Ketua DPD Irman Gusman ikut bergabung. Seperti diketahui, Irman juga ingin menjadi orang nomor satu di Indonesia. Ia berencana ikut konvensi Partai Demokrat.


"Waktu saya ketum (Golkar), dia Ketua Dewan Penasihat," kata JK sambil memegang Surya.


"Ini ketua umum juga," kata Ical sambil menunjuk Surya.


"Saya Ketua Umum juga, Ketum PMI (Palang Merah Indonesia). Semua ketua. Jadi ini pertemuan para ketua," timpal JK.

Mereka lalu tertawa-tawa. Ketiganya sempat berbisik-bisik, namun tawa kembali pecah. Tak lama kemudian, Surya pamit.

"Saya jalan dulu," kata pria dengan brewok itu.

Ical pun menyusul meninggalkan rumah JK. Ical mengaku senang bisa bertemu koleganya. Luar biasa ketemunya itu, kata Ical sambil dirangkul JK. Sambil tersenyum, satu per satu tamu yang ikut "nimbrung" dalam bincang-bincang itu pun meninggalkan rumah JK.

Harapannya, demi rakyat, semoga sebagai ketua alias pemimpin, mereka tetap mau tertawa bersama apa pun hasil Pemilu 2014.





Editor : Caroline Damanik


















13.48 | 0 komentar | Read More

Lin Dan Menang Atas Chen Long




Tunggal Putra China, Lin Dan, meminta pergantian shuttlecock saat pertandingan melawan Chong Wei Feng, pada babak perempat final BWF World Championships 2013, di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Jumat (9/8/2013). | sports.sina.com








GUANGZHOU, KOMPAS.com - Dua tunggal putra andalan China, Lin Dan dan Chen Long bertemu pada babak perempat final BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013, yang berlangsung di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Jumat (9/8/2013).

Lin Dan berhasil memenangi pertandingan tersebut dengan straight game 21-13, 22-20, dalam waktu satu jam.

Chen Long yang turun sebagai unggulan kedua, tidak banyak memberi perlawanan pada seniornya di game pertama. Lin Dan unggul jauh 18-10 sebelum menutup game dengan 21-13.

Di game kedua, pertandingan berlangsung lebih ketat dan menarik. Kedua pemain bergantian memimpin dengan selisih tak pernah lebih dari dua poin.

Sempat deuce, Chen Long akhirnya gagal merebut game kedua, setelah smesnya menyangkut di net karena terlalu terburu-buru. Lin Dan merebut game kedua dengan 22-20, yang memastikannya memenangi pertandingan.

Hasil ini membawa Lin Dan semakin dekat dengan final, yang berpotensi mempertemukannya dengan unggulan pertama asal Malaysia, Lee Chong Wei.




Editor : Pipit Puspita Rini















13.41 | 0 komentar | Read More

Oprah Winfrey Jadi Korban Rasisme Saat Beli Tas di Swiss


Zurich - Pembawa acara populer Amerika Serikat, Oprah Winfrey, mengatakan dia menjadi korban rasisme dalam kunjungannya ke Swiss. Perlakuan rasis itu ia alami saat belanja di sebuah toko tas kelas atas di Zurich.


Saat itu, kata Winfrey, seorang asisten toko menolak untuk melayani dia. Winfrey, salah satu wanita terkaya di dunia itu, tampaknya diberitahu bahwa tas yang dipajang di toko tersebut "terlalu mahal" untuknya.


Winfrey mengaku, ia tidak marah dan memperdebatkan sikap pelayan toko itu. Ia hanya meninggalkan toko dengan tenang. Tapi, pengalaman itu menjadi bukti bahwa rasisme masih menjadi masalah.


"Ada dua cara berbeda untuk mengatasinya. Saya bisa mengungkapkannya besar-besaran, tapi hal itu masih akan ada, tentu saja masih," ujarnya.


Koresponden BBC di Swiss menyebutkan, pernyataan Oprah itu merupakan "bencana kehumasan" bagi Swiss.


Pernyataan Winfrey itu ditayangkan dalam sebuah program televisi AS. Padahal, baru-baru ini di Swiss tengah ramai diperdebatkan soal rencana beberapa kota di Swiss untuk melarang pencari suaka di beberapa tempat umum.


Wartawan BBC Imogen Foulkes di Berne mengatakan, kelompok hak asasi manusia menyetujui rencana itu -yang meliputi melarang pencari suaka untuk datang ke kolam renang, lapangan bermain, dan perpustakaan- untuk sistem pemisahan apartheid.


Winfrey, yang membintangi film terbaru Lee Daniels berjudul Butler, mengunjungi Zurich bulan lalu untuk menghadiri pernikahan penyanyi Tina Turner. The Oprah Winfrey Show tidak ditayangkan di Swiss.


Sekitar 48.000 orang saat ini mencari suaka di Swiss. Jumlah ini dua kali lebih banyak dibandingkan rata-rata Eropa.


Para pejabat mengatakan, pembatasan yang juga akan menempatkan pencari suaka di pusat-pusat khusus, ditujukan untuk mencegah ketegangan dengan warga. Hukum suaka negara itu diperketat pada Juni.



13.18 | 0 komentar | Read More

Bagi Mereka, Tak Libur saat Lebaran Sudah Biasa

Written By Unknown on Kamis, 08 Agustus 2013 | 13.51





JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada yang berubah di Markas Petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, Kamis (8/8/2013) pagi. Tidak soal hari ini adalah hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah, suasana di ruangan yang lebih mirip dengan garasi tersebut tak ubahnya seperti hari-hari biasanya.


Belasan petugas pemadam berpakaian lengkap asyik berbincang di ruang tengah dengan televisi dibiarkan menyala. Kopi, teh, dan tumpukan kulit kacang tersaji di meja tengah ruangan itu. Mereka asyik bersenda gurau di tengah belasan mobil pemadam kebakaran di sekeliling mereka.


"Ya, beginilah kalau Lebaran di sini, paling bedanya ada ketupat sama opor doang. Sisanya mah sama saja," ujar Nyaman (43) membuka obrolan saat Kompas.com datang ke markasnya.


"Kalau ada bunyi sirine, baru deh loncat semua," candanya sambil membuka tutup panci berisi potongan ayam opor yang masih hangat.


Nyaman adalah perwira piket Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur yang bertugas di hari Lebaran ini. Tak hanya Nyaman, sebanyak 40 personel pemadam kebakaran lainnya juga memiliki tanggung jawab yang sama di tengah hari kemenangan bagi umat muslim itu. Mereka harus mengantisipasi adanya bencana kebakaran yang bisa menimpa warga Jakarta sewaktu-waktu.


Seusai Shalat Id bersama tiga anak dan satu istri di rumahnya, Rumah Susun Ciracas, Jakarta Timur, Nyaman bergegas ke markas demi tugas. Lebaran tahun ini, diakui Nyaman, merupakan Lebaran ke-13 ia tak berkumpul dengan keluarga. Di tengah kemeriahan silaturahim, maaf-maafan, Nyaman memantau adanya laporan titik api.


"Mau enggak mau, senang enggak senang, ya harus masuk. Namanya kewajiban dan tugas," lanjutnya.


Pria asal Cilacap, Jawa Tengah, tersebut menjelaskan, di instansi tempat ia bekerja, memang membutuhkan loyalitas yang prima. Selalu siap, sigap, dan cepat merupakan prinsip kerjanya. Pantang pulang sebelum padam merupakan motonya. Tuntutan kerja itu hanya memberi sedikit kelonggaran personelnya untuk ber-Lebaran bersama keluarga.


"Kebijakannya, satu sektor tiga orang yang boleh cuti. Di Jakarta Timur ada 10 sektor. Jadi rebutan tuh, biasanya sih prioritas yang tua. Kalau saya, perwira piket ya stand by terus," ujarnya.


Untuk urusan silaturahim, pria yang 13 tahun lalu sempat menjadi kepala gudang di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu mengaku tak menjadi masalah. Jika rindu anak-istri yang setiap Lebaran berkumpul bersama saudaranya di daerah Cawang, ia mengatasinya melalui sambungan telepon. Perkembangan zaman kian memudahkan silaturahimnya dengan sanak-saudara tercinta.


Meski sudah lama tak merayakan Idul Fitri bersama orang-orang terkasih, Nyaman mengaku tetap nyaman. Pelatihan pemadam kebakaran serta panggilannya mengabdi ke masyarakat membuatnya tetap nyaman, memantau perangkat komunikasi, mengerahkan personel, mengejar api, memadamkannya, bahkan tanpa ucap terima kasih.


"Jangan kira ini luar biasa. Bagi kita ini sudah biasa, namanya tugas dan panggilan," ujarnya.


Seusai berbincang dengan Kompas.com, Nyaman kembali duduk ke ruangannya sebelum sempat memeriksa kondisi beberapa kendaraan pemadam yang terparkir. Ia berharap, tak ada laporan titik api di wilayah Ibu Kota.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















13.51 | 0 komentar | Read More

\'Ujug-ujug\' Dipilih, Pengangkatan Patrialis Dinilai Melanggar






JAKARTA, KOMPAS.com -
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menilai adanya pelanggaran Undang-Undang Mahkamah Konstitusi dalam pengangkatan Patrialis Akbar sebagai Hakim Konstitusi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengangkatan tersebut dinilai tidak transparan dan partisipatif.


Jimly menjelaskan, dalam UU MK disebutkan proses pemilihan hakim konstitusi diserahkan kepada Presiden, Mahkamah Agung, dan DPR. Masing-masing memilih tiga orang.


Masalahnya, kata Patrialis, hingga saat ini hanya DPR yang memiliki peraturan untuk memilih hakim konstitusi, yakni melalui peraturan Tata Tertib DPR. Adapun Peraturan Presiden dan Peraturan MA yang mengatur pemilihan hakim konstitusi, kata dia, belum ada.


Lantaran belum ada dasar hukum, tambah Jimly, akhirnya pemerintah menafsirkan sendiri bagaimana proses pemilihan hakim konstitusi yang transparan dan partisipatif.


"Bagaimana kasus yang sekarang (Patrialis)? Yah bau-baunya melanggar karena tidak transparan dan tidak partisipatif. Anda kan bisa bilang itu tidak transparan, kok ujug-ujug gitu (dipilih), mendadak," kata Jimly seusai bersilatuhrahim dengan keluarga Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis ( 8/8/2013 ).




Jimly lalu bercerita ketika pemilihan hakim konstitusi generasinya. Saat itu belum ada peraturan untuk memilih hakim MK lantaran sangat mendesak. Pengesahan UU MK bersamaan dengan proses rektutmen hakim. Tiga hari setelah UU MK disahkan pada 13 Agustus 2003, seluruh hakim konstitusi diangkat.


"Jadi waktu itu belum perlu ada aturan. Tapi sesudah generasi saya harus sudah ada aturan," ucapnya.


Jimly menambahkan, Patrialis kini yang terimbas dari tidak adanya Perpres soal pemilihan hakim MK. Dia mengalami delegitimasi karena dipersoalkan orang hanya karena prosedur formal tidak terpenuhi. Orang baik seperti Patrialis jadi tidak dipercaya, kata dia.


Seperti diberitakan, Presiden telah menerbitkan Keputusan Presiden nomor 87/P tahun 2013 tertanggal 22 Juli 2013 yang memberhentikan dengan hormat Achmad Sodiki dan Maria Farida Indrati sebagai Hakim Konstitusi. Presiden lalu menganggat kembali Maria. Selain itu, diangkat juga Patrialis untuk menggantikan Achmad.


Presiden telah disomasi oleh Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK terkait pengangkatan Patrialis. Presiden didesak membatalkan keputusannya. Jika tidak, mereka akan mengajukan gugatan ke PTUN.





Editor : Caroline Damanik


















13.48 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger